5/29/12

Lagi-lagi kehilangan kata-kata

Hari ini harus kembali menitikkan air mata. Bukan, bukan karena sedih karena hal yang kemarin itu walaupun berkaitan. Ditengah dukanya, bapak masih ingat ulang tahunku, dan tetap memberikan yang bahkan sebenarnya tidak kuduga. Bapak minta maaf kepadaku karena HUT ku tidak bisa dirayakan bersma..
Sms beliau ".. Maaf ya HUT mu kita rayakan dlm doa...titiipan baju dr opg boru utkmu ada di lemari bpk, hadiah HUTmu"
Apalagi ini Tuhan? Karunia apa lagi ini? Aku sungguh tersentuh denga kata2 bapak. Walaupun bukan Bapak yang memberi kado tapi poin peningnya adalah, bahkan bapak meminta maaf untuk hal yang sebenernya aku gak permasalahkan. Ah, betapa beruntungnya aku. Menyesal karena dulu pernah iri dengan orang tua oranng lain. Sekarang aku malu. Malu kepada Tuhan, bapak, dan diri sendiri. Malu karena aku begitj bodoh, mengharapkan yang tidak seindah yang kumiliki. Ah ayahku.. Kau hal terbaik yang Tuhan berikan di dunia ini. Aku gak menyesal pada tugas jurnalistikku kemaren aku menceritakan dirimu. Tidak kurang, tidak lebih, aku ceritakan betapa aku sangat mensyukuri dan bangga memiliki ayah sepertimu. :)
Dditengah duka dan mungkin sesak yang merundungimu, bapak masih mengingat hari anakmu yang kurang ajar ini. harapanku, kau mendapat damai dan sukacita didunia dan sorga kelak :")
Yang paling kusesalkan adalah, Mei lalu akupun tidak secara eksplisit memberi ucapan selamat kepada ayahku karena otakku yang keterlaluan ini. Padahal beliau mengantarku naik sepeda motor dan aku mencium tangannya, tapi tidak mengucapkan apapunn..! how bad am I :( ya begitulah, aku emang terlalu buruk untuk menjdai anaknya.. Dan sekarang sadar, anak gak akan pernah sesempurna orang tua dalam mengasihi.. Aku sangat menyesal.
Ohya, aku juga baru tau, ternyata tadi malam saat berita meninggalnya opung itu datang, bapak ada di rumah, di Cipinang, ah aku tidaktau.. :"( Berarti kronologisnya, Bapak pergi ke Jakarta sewaktu opung masih dalam keadaan sekarat karena harus menghadiri rapat pusat di kantor Jakarta. Setibanya di Jakarta atau mungkin Soetta, bapak mendapat kabar itu, pukul 8 malam. Ah pasti kacau sekali perasaan bapak saat mendengarnya. Padahal baru ditinggal, tapi opung pun harus meninggalkannya ke tempat yang lebih jauh.. :"(
Waktunya Tuhan memang bukan waktunya manusia, bisa saja bapak tidak pergi ke Jakarta, tapi mengapa begitu bertepatan dengan waktu berangkatnya bapak, opungpun berangkat? Tuhan, kau sungguh membentuk manusia tanpa terselami..


Sore, saat kelas speaking di gedung 5, aku kembali dikejutkan dengan SMS dari kara yang bilang "Res, papanya atin meninggal.." Dug, aduh, aduh Tuhan, aduh Atin, kasihan sekali kamu teman.. Kau sedang menuntut ilmu di negeri nunjauh disana, tapi kau tak harus dihadapkan pada berita duka ini.. Ah, kebayang perasaan Atin, pasti hampir sama dengan perasaan Bapak, mereka sama-sama gak bisa ngeliat perginya sang ayahanda karena tugas masing, belajar dan bekerja. Ah Tuhan, lagi-lagi waktu dan caramu diluar kuasa manusia..

Bagi kalian yang ditinggal ayah, saya turur berduka, saya mungkin tidak dapat merasakan kesedihan kalian secara sempurna. Hanya, kalian akan selalu kudoakan, agar teteap kuat dan berpengharapan pada Kristua..


Terimaksih utk cerita haru kaliian, mengajarkanku agar semakin menghormati dan menyayangi kedua orang tuaku dengan lebih lagi. Gbu pak, tin..


Tuhan, aku bersyukur, sangat bersyukur untuk keluarga yang kumiliki. Ajar aku untuk tidak menuntut sesuatu yang sebenarnya tidak seindah mereka. Aku mohon ampun. Tolong jagai mereka. Tolong dengar doaku. Amen