9/29/12

Cuma bisa menangis untuk AKK

AKK ku ada tiga orang.. 2 Diantaranya adalah juniorku di Sastra Inggris yaitu Alvin Steviro yang biasa dipanggil Stev dan Jusfrandy Nicolas sering kupanggil Nick. Mereka berdua angkatan 2011. Dan seorang AKK yg lain? Dia lah Pandya Narendra Soejoedi. Dia angkatan 2010 dari jurusan Belanda.

Mungkin judul itu udah bisa menjelaskan apa yang sedang kurasakan untuk mereka. Intinya, aku merasa tidak ada untuk mereka. Maksudku, tidak benar2 ada. Sepertinya Tuhan sedang menajamkan persekutuan ini, atau.. entahlah.. Sebenarnya Kelompok Kecil ini udah mengalami kendala sejak awal kami berkumpul. Pandya dengan gamblangnya menceritakan kondisi keluarganya padaku. Hal yang  mengharukan untuk orang yang sering mengecewakan keluarga seperti diriku. Waktu itu, kalo gak salah setelah PIPA 1 di tahun 2011, Pandya gak langsung pulang, tidak juga meminta waktu ku untuk tinggal lebih lama, yg sebenernya aku lagi buru2 krn ada latihan PSPO, tapi entah kenapa aku mau duduk lebih lama disitu sekadar 'PDKT' dengannya. Dan bener, ceritanya mengalir, dengan begitu terbuka, aku yang terheran-heran dalam hati mendengarkan tiap kata yang dia keluarkan. Dia menceritakan kondisi dirinya, orangtuanya, kakak dan adiknya, kondisii keluarganya. Maaf kata, aku memliki keluarga yg tidak terlalu baik untuk jadi panutan dan aku selalu malu untuk cerita ke orang baru. Tapi, masalah Pandya bagiku jauh lebih runyam dan berat dibandingkan masalahku, aku heran dan langsung bertanya "Kok berani cerita ke aku dek?" Dia balik nanya "maksudnya kak?" Aku yg makin bingung cuma bisa polos bilang " Ya.. kok bisa cerita hal seperti itu? Kan baru kenal.." Inilah jawabnya, "Kan lo PKK gw kak.."

Dalam hati, saat itu seorang yg kaya gw yang biasanya sangat sulit percaya pada orang baru krn dulu sahabat saja pernah berkhianat, sangat tersentuh dan sedikit demi sedikit berubah, meeennn speechless. Yes I was! Gatau mau ngomong apa. Sesederhana itu untuk bisa bikin gw berubah untuk bisa lebih terbuka dengan orang2 baru. Karena itu selanjutnya gw berpikir, mereka aja percaya dan terbuka ke gw.. Kenapa gw harus sok gak punya masalah?!

Ya, aku sadar kalo relasi yang sedang kubina dengan mereka butuh yang namanya keterbukaan dan saling percaya. Sulit memang di awal, bahkan sampai sekarang, tapi aku mau berusaha, so that it wouldn't be a fake relationship..

Itu hanya segelintir cerita haru yg bikin gw makin mengasihi mereka sebagai saudara rohani. Sampai sekarang, gw mulai kenal mereka dengan lebih baik.. Baik cerita dari orang ataupun dari hasil pantauan diam-diam alias stalking :D

Tapi aku gak mau membiarkan hanya analisis tanpa konfirmasi itu yang kuandalkan untuk mengenal mereka, pastinya aku lebih ingin nmengklarifikasikan pantauanku ttg mereka. Aku banyak ngobrol diluar jadwal kami Kel Kecil. Aku sering mengirimi mereka sms ttg ayat2 Alkitab dan memotivasi mereka ttg ini itu. Hahaha, tapi ironisnya ketika mereka punya masalah, bacotku terhenti dan gak bisa bantu mereka. Apapun.

Akhir2 ini, aku makin mengenal mereka, atau lebih tepatnyaa, kami saling kenal.. Mereka juga sedikit demi sedikt tahu kondisi keluargaku yg selama ini kututupi.. Relasi itu kian terbentuk, hanya sekarang aku pun makin sadar, bahwa mereka juga butuh pembina yang 'sejenis' dengan mereka. Let's say 'Gender is still working even for the gender activist like me'. Makin ironis.. Ya, ada bagian2 hidup pria yang gak bisa ku masuki. Aku akuin aku gak bisa mengakomodir kebutuhan mereka itu. They need a close friend, I mean brotherhood, not sisbrohood.. :(

Pandya's problem is getting more complicated. He needs more than motivations. He needs a practical or real meaning of Christian community. Tapi aku lagi2 gak bisa bantu. Aku cuma bisa nabung dari uang jajanku biar bisa terkumpul dan paling ngga.. Ahh.

Aku meraasa gagal, dan lebih parah lagi ketika mendengar dari Kare dan Melin yg ngelapor kalo Senin lalu sehabis aku, Nick dan Stev Kel Kecil, di tempat yang sama persis, Pandya malah berteman dengan barang perusak jantung dan paru2 manusia itu. Hancur perasaanku waktu mendengarnya. Tapi aku bersyukur gak di depan mata melihat hal itu. Mungkin aku juga (lagi-lagi) gak bisa ngapa-ngapain kalo ngeliat dia gitu. Aku, makin malu..

Tadi aku konfirmasi ke dia kenapa dia harus melakukan itu, dan gak ada jawaban yang benar2 menjawab selain dr kesimpulan ku sendiri kalo dia butuh temen dan bener2 lagi suntuk.. Aku ikutan makin suntuk,makin emosi kenapa gak ada lowongan pengajar daripada dia harus jaga perpus pusat yang duitnya gak seberapa. Ah boy.. you're a brilliant kid! You deserve more than money! Behold, what I can do for you? Nothing but write nothing here..!

Ditambah lagi AKK ku yang masih bergumul di dosa yg sama (lagi-lagi ini pantauan ku) Dan diperkuat dari pernyataannya via sms. Hah.

Aku cuma bisa menangis dalam diam. Menangis dan berdoa, agar kalaupun bukan aku yang menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk mereka, there are invisible hands that will help them. Huh, I just can believe that He is still working through everything. Now, I have nothing but faith.

Fight with faith for this discipleship.. 

AKK ku, Stev, Pandya dan Nick, kalau aku bilang "aku mengasihi kalian" bisa saja itu bohong atau waktunya tidak akan lama, tidak abadi. Lalu, saat aku bilang "aku akan mendoakan kalian selalu" itu pun hanya bualan.. Tapi, untuk yang satu ini aku tidak membual, kalian harus percaya dan terus ingat, bahwa Sosok itu selalu setia dan ada untuk kalian.. Dia lebih besar dari apa yg kita hadapi, Dia jauh lebih perkasa dari kekuatan dan kekuasaan yang kita miliki.. Kalian harus percaya itu.. Manusia dan dunia ini mengecewakan, dek, tapi Tuhan Yesus tidak..
-Dengan kasih, dari PKK kalian yg paling lemah, Angel RES-