10/4/12

Belang Seorang Anak Kelas Tiga SD

Dari judul lagi2 udah bisa ditebak blog ini mau ceorat tentang apa dan siapa.. Iya benar, si anak kelas 3 SD yang punya dua muka. Kesal aku dibuatnya. Padahal hari ini puasa lho.. :(

Kronologisnya.. Hari Selasa lalu aku dapat panggilan ngajar dari BP yg deket vokasi. Terus, aku ke kantor tsb, udah hujan2, naik ojek, rugi bandar.. Dan aku membatalkan janji rapat dengan pengurus PSPO juga demi ngajar pertama ku. Aku bersedia ngajar karena gak punya uang pegangan untuk bantu Pandya, akkku. Gataulah anak itu bakal gimana.. :"(

Mbak Erna, boss ku, bilang sih sebenernya itu ortu butuh pengajar cowo utk ngajarin anaknya, krn dia sedang bandel2nya.. Yaaah kupikir hanya bandel biasa. Toh Mbak Erna juga meyakinkanku kalo aku pasti bisa..

Singkat cerita, aku memang terlambat setengah jam dari yang dijanjikan karena macet luar biasa (bayangin aku berangkat jam 4.45 sampenya jam 7). Jakarta ganas! Aku dapatkan rumahnya, dan bertemu dengan si anak itu. Aku dipanggil dgn sebutan "Miss". Namanya Matthew Brian Taher, (bukan mainan etnis) tapi sejak dikabarin Mbak Erna kalo yg kuajar adalah keluarga etnis Cina, aku pun sudah mulai khawatir. Biasanya mereka kan keras.. Dalam bekerja jg belajar.. Yaudahlah, sebisaku aja.. Anaknya bulat, lucu sebenernya, pipinya yaampun tembem dan merah. Entah apa makannya. Dia membuka bukunya, matematika dan ingin diajar dengan bahasa Inggris, karena memang dia bersekolah di Sekolah Internasional "L*l*n Bangsa". Baru tadi ku search, dan sekolah nya ada di daerah Jakarta Utara.

Kebelangan anak ini mulai terlihat saat dia bercerita tentang teman2 perempuannya yang mendapat nilai lebih rendah dari dirinya. Aku, yang mungkin entah tolol atau polos (baru pertama kali ngajar), gak gitu peduli entah itu bohong atau bukan. Hanya sempat berpikir logis kalo dia tidak punya kendala dalam belajar, kenapa butuh guru privat? Tapi, tebakan itu tertepis saat dia bercerita tiap kali diajari oleh ayahnya dia tidak bisa berpikir karena ayahnya galak dan suka berteriak kepadanya.. Oke, mungkin wajar dia butuh guru privat.

Kami lihat pelajarannya dan aku sempat bingung dengan matematikanya -___- sedikit berbeda dengan waktu aku kelas 3 dulu dan aku butuh waktu dong utk mempelajarinya. Sayangnya, aku mengatakannya kpd bocah itu "Aku bilang aku butuh sedkit waktu utk memahaminya" Dan dia tidak menanggapinya..

Setelah itu, ayahnya datang.. Kulihat ayahnya ramah2 aja tuh. Yang ada malah si bocah geblek ini bilang ke papa nya sambil menunjuk aku "Dia gak ngerti pelajarannya.."
JLEB.. "WAANJR*T! Belng juga nih anak, di gue ngadu2 bokapnya di depn bokapnya gue yg di aduin.."

Aku langsung sedikit salah tingkah karena tahu kekuarga ini pastilah sangat perfeksionis. Hah hancurlah martabat wooyy.. Daaan ditambah lagi, dia mengatakan hal itu bukan hanya sekali! Berkali2.. Hoalaahh..

Aku menenangkan diri dan kembali mengajarinya..
Aku mulai tahu anak ini punya sedikit keanehan,entah apa. Hanya.. dia pintar bercerita. Pintar berpura2..

Saat akan melanjutkan lagi pelajaran (yg sebenernya lebih banyak mendengar ocehannya). Kemudian, dia mulai bergumam, kalau waktu belajar sudah cukup.. Padahal baru jam 8. Aku tanya kenapa, dia bilang kalo mamanya pesan gak perlu lama2 karena baru hari pertama cuma untuk test drive. Yaaah, aku turut aja.. Aku pulang..


Pagi tadi aku dapat kabar dr Mbak Erna kalau orang tuanya komplain aku cuma ngajar sejam..
Sore ini, yang handle itu anak Mas Hendra.. Ada sedikit syukur.. Tapi juga.. yah.. kau tahulah itu apa..

Dasar bocah belang..