10/7/12

Berkaca itu perlu

Ibadah yang saya hadiri bersama keluarga Parapat ini begitu hambar. Sama sekali tidak saya nikmati..
Dan saya pun semakin yakin, betapa dibencinya keturunan rumah ini. Baik oleh keturunannya yang sejajar dengan saya ataupun oleh orang dalam sendiri.. Intinya, kami (yang tersakiti karena mereka) merasa kasihan kepada anak2 ini. Tapi sekaligus benci sangat mendalam. Terlebih saat ayah saya disakiti secara tidak langsung oleh mulut mereka yang kotor itu..
Mereka boleh mengjek saya, tapi sekali saja mereka menghina ayah saya, maka kutuk hanya bagi mereka. Termasuk utk opung (sepertinya)

Saat perjalanan menuju gereja, mereka menegur mama karena cekcoknya dengan bapak dengan mudah terlihat oleh keluarga.. Ya gimana gak terlihat, orang mulut hina mama sendiri yang menjadi2 mengabarkannya.. Kenapa yah dia gatau malu banget ngomong kalo dia lagi bermasalah sama suaminya. Kenapa yah kewarasan mama gak pernah nambah? Sampe kapan Tuhan? Mungkin aku gak berhak nanya ini ke Tuhan. Tapi aku manusia, aku capek. Aku muak ngeliat keluarga ini, maksudku, aku muak melihat keluarga asal mama. Aku muak melihat opung yg gila hormat, gila harta, gila segalanya yg duniawi. Apa2an dengan rajin ke gereha, tapi gereja sosialita? Apa gunanya kerja keras tapi ketika hartanya hilang dia menangis berhari-hari hingga berbulan2 bahkan lebih sedih ketika pasangannya yg sama2 gila itu meninggal? Apa gunanya tawa semu itu semua padahal tiap harinya macian dan sakit hati yang diterima di tiap keluarga? Pantas hancur keluarga ini. Maksudku, pantas hancur tabiat anak2 keluarga ini..

Kasihan..

Oya, saat perjalanan menuju gereja, mereka menasihati mama, tapi juga menghinan ayahku.. Hal yang paling kubenci di dunia. Mereka bilang mereka tidak suka sama Bapak.. Banyak bacot lu Masria, Gordon!! Gak lo liat hidup lo kaya apa..? Gak lo liat kelakuan lo kurang buruk apa?! Gak ngaca lo! Stress menjadi2, anak dicaci maki, Malah bilang bapak gw kaya ina2.. Termasuk opung pun bilang hal yang sama. Aku sebegini marahnya, sampe aku gaktau tadi itu rumah Tuhan atau.. Ahh

Aku selalu ngerasa gak damai dekat mereka. Mungkin karena tawa semu mereka. Mungkin karena apa yang telah mereka lakukan.. Mungkin karena hati mereka yang tidak pernah tenang dan menenangkan..


Yang pasti saat ini aku kesal..