11/1/12

Namanya "free will"

Ada yang berubah.. Ketika aku menyadari bahwa harus ada sebagian dari diriku yang harus kulepaskan..
Dulu aku yang begitu enggan dikekang, yang begitu sulit untuk menyerah, yang begitu mudah untuk semangat..

Apakah itu semua buruk?
Tidak juga, Ngel..
Hanya, ada hal-hal baru yang datang, kata orang mempermudah saya dekat denganNya, tapi menjauhkan saya dari diri saya..

Kalau menurut komunitas yang sedang saya geluti ini, memang kita harus merelakan diri kita terikat, karena diri kita itu jahat..

Free will itu tidak baik, terlalu bebas apalagi..
Sekali lagi free will semakin hanya menjadi term kosong

Buat apa free will kalau ada yg namanya keabadian.. Dan ketika ingin mencapai keabadian itu aku harus mengikat diriku, mengikat kebebasanku..

Buat apa ada yang namanya free will bagi seonggok daging besar dan berotak seperti manusia ini?

Pikiran saya belum mencapai jawaban itu. Mengalahkan free will dan mencapai keabadian belum saya temukan seutuhnya.. Kombinasi yang rumit dan terlalu sulit..