4/3/14

:"(

Kaget. Ga siap. Bingung.
Mungkin tiga kata itu yang paling pas utk mewakili sejuta perasaan di hati setelah membaca berderet2 pengakuan dari yang sedang di hatimu. Dia yang paling tunggu ceritanya. Tapi, saat kau tahu kebenarannya, kau tidak siap, bahkan cenderung menolak bahwa itulah kenyataannya. Patah hati? Ya, bisa dibilang begitu.
Tapi ini lebih dari patah hati. Hati-mu belum sepenuhnya patah, retak nya parah, tapi masih ada harapan yang menahannya supaya patahnya tidak utuh. "Harapan, doa dan keberanian" hati kecilmu ribut meneriakinya. Masih ada kesempatan ngga ya? Sakitnya masih bisa hilang gak yah? Kalau ternyata tu permanen bahkan lebih parah gimana?

Banyak yang sedang kau alami, tapi kau sendiri sibuk mangkir. Menganggap semuanya baik2 saja. Kau biarkan perasaan demi perasaan menyembul, kemudian bersembunyi, kemudian tertahan dan kian lama tak pernah muncul lagi ke permukaan.

Membiarkan semuanya berlalu. Berlalu entah kemana kau tidak pernah (mau) tahu.Yang kau tahu adalah semuanya diluar kuasamu. Kau seperti tidak lelah menunggu. Atau mungkin karena terlalu malu? Kenapa malu? Kenapa terlalu malu? Kenapa terlalu kaku? Kenapa terlalu ragu? Kenapa kau begitu?