10/24/14

Gila.

Makin sakit nih politik-politikan di Indonesia. Gue sambilan over-hearing berita dari ruang TV. Katanya kursi Gubernur DKI gak serta merta diduduki Ahok karena adanya peraturan lalalalilili dan perda lalalalilili. Duh, gue yang gak paham politik ini cuma bisa kesel sendiri ngeliat betapa banyaknya manusia yang haus, lapar, rakus banget sama kekuasaan :"( Makin banget keliatan orang-orang yang baik secara kemauan sendiri atau karena disetir sama pihak yang lebih powerful. Men, kurang bagus apa citra Ahok selama ini? Kurang bersih apa sih dia? Kenapa orang masih ragu? Toh udah terbukti. Cuma orang2 yang hati dan otaknya kotor yang gak setuju Ahok naik jadi Gubernur DKI Jakarta. Cuma orang2 jahat yang ga setuju...

Tapi, kasus diatas pun bikin gue kembali lagi bertanya ke diri gue, "njel, hidup lo buat apa? dengan berbagai tantangan dunia, or let's say bukan tantangan tapi kenikmatan dunia, lo berjuang untuk apa di dunia yang katanya sementara ini?"

Nggg, segelintir memori ttg KNM 2013 yang gue ikutin tahun lalu kembali menggelitik. 6 hari dicekokin dengan visi hidup dan berbagai hal nasionalis lainnya ternyata lunturnya cepet banget men. Hehehehe. Gue masih terus bergumul. Gue masih terus bertanya. Gue masih sering ragu. Gue masih sering demotivated. Gue masih suka benci hidup di Indonesia and even I wish that I could live in somewhere else... Intisari dari KNM sih yang masih nge-"glotok" di otak sama hati ya hidup dalam visi Allah, memuliakan namaNya, dan nggak keluar dari rencana agung-Nya. Well tapi itu semua masih berbentuk "teori" karena implementasinya masih dikit banget yang gue lakukan. Goal terdekat gue aja untuk lulus dari UI masih susah banget.

Hhhh.. btw, capek sih masih berkutat dengan pikran2 dangkal gue yang itu-itu aja. Ngel, you have to push yourself! Paksain!! DO IT...!!!!

Hmm, bahwa hidup itu adalah sia-sia mungkin ada benernya. Atau bisa dibilang juga, bahwa apa yang lo miliki di dunia ini bener-bener ngga ada artinya. Random banget gak sih gue bisa bilang gitu. Actually, karena sering bosennya gue dengan rutinitas gue, gue jadi sering bengong (lebih seneng pake kata 'bengong' dari pada 'mikir', wkwkwk, karna kayanya kalo "mikir" berat banget) Well, gue sering bengong kosong gitu dan ehem, balik lagi nanya2 ttg arti hidup. Ngeliat hidup gue akhir-akhir ini. Apa yang udah gue lakukan dan ketakutan-ketakutan gue ttg masa depan. Dan hari ini, hmm, mulai dari kemarin sih, mikirin ttg kesia-siaan hidup yang ujung2nya karena manusia mesti ngadepin maut.

Diawali dengan postingan path seorang temen yang lagi berduka karena sahabatnya meninggal, pas gue liat fotonya, hmm, anaknya cantik, testimoni orang2 pun bilang kalo dia merupakan orang yang ramah, baik. Baru lulus juga loh. Gue gak kepo lebih lanjut meninggalnya karena apa. Terus, tadi pagi, di berita juga rame dengan kematian seorang anak perempuan yang punya keahlian belasan bahasa berbeda. Anak ini juga merupakan delegasi Indonesia untuk suatu pertemuan internasional. Anaknya brilian lah pokoknya dan masih sangat muda.

Gue.... bertanya.. Gue yang gak punya apa-apa.. belom ngapa-ngapain... yang ngga bisa banyak ini... kapan matinya? Gimana.. kapan.. dimana.. entahlah...

Kematian gue nanti bakal punya makna yang sama dengan kedua orang diatas ngga yah?

Semua manusia pasti, pasti, pasti akan kesana. Banyak atau sedikit yang mereka lakukan. Besar atau kecil jabatan mereka.

Akhirnya, kalau hidup tidak untuk berjuang dan ikut kehendakNya, lalu apa itu hidup?

"Mati itu mudah. Kehidupan yang mempersulitnya" -Annie Lennox