11/21/14

IDK

Tadi malam aku bingung bagaimana menanggapi kondisinya. Apa memang ada yang salah dengan dia? Bukannya wajar jika mengalami tekanan kalau tidak semangat? Entahlah. Mungkin aku ngga netral. Mungkin aku terlalu empati kepadanya. :"( Mungkin aku masih berharap ada yang berbeda. Anyway, aku senang. Dia masih mau terbuka. Meskipun mesti gatau malu dulu untuk memancingnya buka mulut. Tapi, memang begitu kata orang-orang, harus sabar.. Aku cuma ingin dia lebih baik. Dan ternyata benar. Dia sedang tidak baik. Aku terlalu kasihan? Entah.

Aku berusaha untuk mendengar perlahan. Dia sering lupa untuk suatu hal yang katanya dirasa penting. Dia sangat biasa tapi dia pun tidak terduga. Dia biasa saja menceritakan apa yang dia rasakan. Seperti tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Lalu kenapa orang-orang itu khawatir? Dia juga begitu sangat tidak terduga karena hal kecil bisa sangat berarti baginya. 

Aku ini hanya seorang teman. 
Jika lebih, aku takut akan berbeda. 
Jika lebih, aku takut dia tidak biasa.
Jika lebih, aku takut dia perlahan berubah.
Jika lebih, aku takut dia terduga.
Jika lebih, aku takut dia pergi..
Aku lebih takut jika dia tidak ada...