12/7/14

Natal Perkantas 2014 (Part 1)

7 Des 2014.
Beberapa jam yang lalu (di laptop saya waktu menunjukkan pukul 1:08 pagi) saya bersama sahabat2 saya mengikuti sebuah ibadah perayaan Natal yang diselenggarakan oleh Perkantas. Temanya adalah "Yesus datang untuk mempersatukan kita". Pertama kali mendapat undangan terbuka tsb saya tidak begitu memerhatikannya karena saya pikir pasti acaranya akan seperti biasanya. Tidak terlalu tertarik untuk ikut karena beberapa alasan, saya pun memilih untuk mengatur jadwal bertemu dengan teman2 lama. Tapi, memang kehendak yang diatas lain, rencana2 tsb harus diurungkan dan ketika siang menjelang sore kemarin baru saya "iyakan" ajakan ke Natalan itu.

Janjian dengan Elles, sahabat saya yang mengajar di Global Language School yang kebetulan lokasinya satu gedung dengan acara Natal tsb, saya yang sedang tidak ingin segitu niatnya nongolin muka sendiri, berinisiatif untuk bertemu dengan Els dulu di kantornya. Setelah bertemu kami pun naik ke lantai atas dan disambut para usher yang salah satunya adalah Kare, salah satu sahabat kami juga. Acara belum mulai ketika kami tiba, masih penayangan slide kegiatan Perkantas dan sebuah kata sambutan dari BPC Perkantas.

Sekitar sepuluh menit kemudian MC pun mengajak jemaat untuk bersaat teduh dan memulai ibadah. Hmm, rindu ikut persekutuan yang "berkualitas" lumayan agak terobati lah. Dulu2 tiap Selasa deket kampus masih bisa rutin ikut PMKJ, Tapi sekarang, kondisi yang kaya gini, duh jangan harap deh persekutuan yang "menyehatkan", dapet makanan yang "layak" pun susyeehhh..

Nah, asumsi saya tentang firman yang bakal gitu2 aja pun segera sirna seiring dengan "Roh konsentrasi" yang merasuki saya. Pembicaranya memang terkesan kaku, deskriptif sekali diawal khotbahnya tapi ternyata, dengan pembawaan beliau yang tenang seperti air mengalir, saya perlahan tenggelam dalam khotbah beliau yang cukup bikin mikir :). Dimulai dengan latar belakang orang Kristen sekarang (re: kita) yang (mungkin) menghayati makna Natal dengan biasa2 saja terlebih karena kesibukannya sebagai pengurus, pelayan, atau yang berkaitan erat dengan persekutuan kampus atau gereja karena Natal yang identik dengan perayaan, ibadah dan lain2 membuat kurang meresapi makna Natal, kemudia khotbah dilanjutkan dengan gaya2 pembicara ala eksposisi "PA" seperti di kampus dulu.

Anyway, Perikop yang diambil adalah Ibrani 10:19-25. Perikop ini sendiri mengingatkan saya pada Ibadah Paskah UI tiga tahun lalu di Balairung, yang dibawakan Pak Parapak yg kebetulan juga hadir di ruangan itu (beliau inget gak yah pernah bawain perikop itu juga dulu? ). Hmm.. Dan saya sekarang sudah lupa apa isi khotbah Pak Parapak saat itu :p Yang saya ingat hanya moment harus sharing hasil Pendalaman Alkitab karena saya terlibat sebagai pelayan (singer) bersama Johannes dan Kak Ribka. Hm, Hasil PA saya sungguh luar biasa...singkat. Momen paling malu2in deh, karena belum ngerti gimana cara ber-PA yang baik.

Well, Ibu Ina yang jam terbangnya didunia khotbah sepertinya sudah tinggi ini, sangat menarik ketika memaparkan bagaiman jemaat mula2 melaksanakan ibadah perayaan mereka jaman dulu. Beliau memaparkan bahwa (berita) kelahiran Kristus di dua bagian Alkitab (P. Lama dan P. Baru) memiliki 2 hal tak tersirat yaitu Continuity & Discontinuity (adanya kesinambungan dan perubahan).
Di PL dikenal dengan penebusan oleh korban sembelihan yang dilaksanakan oleh para imam besar dalam ruang maha kudus. Pada saat "ritual" itu dilakukan, Imam besar tersebut harus diikat dengan tali sebagai maksud jika dia mati karena kena murka Allah dan tiada seorangpun yang dapat masuk untuk menjemput mayatnya ke ruang maha kudus tersebut, maka dibutuhkan tali untuk menarik keluar mayat sang imam yang berdosa tersebut. Pertanyaan yang berlanjut ke P.B adalah "bagaimana mungkin darah hewan bisa menghapuskan dosa manusia?". Oleh karena itu dibutuhkan darah seorang yang lebih tinggi otoritasnya dalam penghapusan dosa, yaitu darah Allah sendiri yang dikurbankan di kayu salib ialah darah Yesus Kristus. Demikianlah maksud dari kesinambungan dan perubahan penebusan dosa antar PL dan PB.

Kemudian, dalam konteks ibrani kali ini dibukakan 3 triad ajaran Kekristenan yaitu Iman, Pengharapan, dan Kasih.

-to be continued-