4/15/15

Adalah cinta yang menimbulkan perang

Sederhana

Kalau saja bisa seperti itu..
Dalam merasa..
Dalam berpikir..

Dalam mencinta..

Tapi yang sering terjadi malah rumit
Cinta tak pernah sederhana

Perang antara logika dan praduga tak terelakkan

Nalar berjuang memenangkan waktu
Tapi ego berlaksa tak mau mengalah

Terkurung dalam ruang gaib tak kasat mata
Entah siapa yang mampu membebaskannya
Kesempatan hanya mampu dinanti

Ternyata dia kembar siam, maka memilih bukan senjata yang baik
Karena pilihan itu seperti pedang bermata dua

Perang tiada pernah sederhana

Korban selalu ada bahkan pihak yang menang pun mengalaminya.

Harus ada yang mati. Merelakan pilihannya. Untuk menang atau sekadar bertahan.

Cinta tak pernah sederhana.


-A