11/17/15

Beton

Pengen tadinya nulis diawali frasa "Entah kenapa..."

Semisal; Entah kenapa akhir2 ini semakin sulit menstabilkan kondisi hati..

Tapi, setelah dipikir-pikir, sebenenya ya saya tahu kenapa...

Jadi ya ga perlu lagi bertele-tele bertanya-tanya kenapa bisa kondisi saya belakangan ini makin ngga karuan dan belum juga membaik.

Pelayanan masih angot-angotan, walaupun masih ada upaya untuk nyiapin latihan lagu kedua utk perayaan Natal.

Terus kuliah ya jalan gitu aja... Yaaa gitu ajaaaa..

Lalu di keluarga? Ya pokoknya ngga ada yg greget lah.

Suam-suam kuku. Keadaan yang paling saya khawatirin terjadi sewaktu dulu lagi  panas2nya cinta Tuhan..
Sekarang....

Makin menjelang akhir tahun, makin ngga bisa dibilangin.
Makin tinggi tembok yang saya bangun dengan yang punya hidup
Betonnya makin keras karena kondisi yg panas

Seseorang pun sepertinya perlahan pergi setelah tahu betapa hancurnya aku dan masa laluku..

Dia mungkin mencari yang jauh lebih baik untuk diajak berteman.
Bukan seperti aku yang bermuka dua
Bukan seperti aku yang bersuara tanpa makna.

Aku mulai terbiasa untuk sendiri

Aku mulai berteman dengan tawar hati

Tidak mudah sakit hati

Tidak mudah juga untuk peduli

Bagiku ini hanya jam pasir

Bukan waktu yang berbeda yang akan datang

Namun kesempatan yang sama hanya berulang

Semuanya berulang, maka aku hanya bersiap untuk terbiasa...