2/25/15

Our Creator

OUR CREATOR
By Samuel Simanjuntak

Someone created us
We are made of
a face
two sets of hands and
two sets of legs
Double those numbers

The Creator gave us this lessons
It was the perfect image to the world
Even if it’s disgusting to other creations
The Creator justly did so
They were split
With the new image

Because 2 faces
4 sets of legs
4 sets of arms
Is too strong for the creator
Split to find the other
If it fails


Pembina(an) Remaja

Saya sudah pernah cerita belum yah sebelumya kalau saya sekarang sedang aktif bergabung dengan pembina seksi remaja di gereja saya. Awalnya, saya hanya ingin survey untuk persiapan mengajar di sekolahnya si Nenet, sahabat saya (SMA Garuda Cendekia, Kemang) tapi, setelah bergumul dan berpikir matang-matang, saya menolak tawaran mengajar di SMA itu dan malah 'kecantol' di pelayanan pembinaan remaja gereja :D

Kok malah milih yang gak berbayar dibandingkan yang berbayar? Sebenarnya bukan perkara bayaran. Toh, upah pelayanan dengan hati yang sungguh-sungguh besar di sorga, kan? :p Bergabung dengan pembinaan remaja juga ngga gampang. Emang sih gak pake wawancara atau tes-tes lainnya, karena emang pelayanan ya modal hati yang taat dan komitmen, tapi itu malah lebih sulit.

Tahun lalu saya masih belum egitu pasti, tapi terhitung Januari 2015 (dalam nama Yesus) saya resmi bergabung dengan kakak-kakak pembina lainnya.

Rapat-Sermon-Rapat-Sermon-Makan-Makan-Bercanda-Bercanda-Bercanda
Yap, bergabung dengan kakak-kakak ini harus punya jiwa muda dan segar. Gak boleh kaku dan terlalu serius-serius banget. Hmm, bukan berarti kami gak bisa serius. Tapi, kbayang dong kalau di kantor udah puyeng, di rumah udah rebek, eh di gereja dan pelayanan malah makin tertekan... Gak bakal asyikk kan, makanya, ketika kami ngobrol dan rapat dan ngobrol dan ngobrol :p gak boleh baper-baper* banget kalau kata anak kekinian. (*bawa perasaan)

Aku sendiri gak gitu susah sih untuk bisa mingle dngan mereka, toh orang-orangnya udah kenal duluan sebelumnya. Masalah kepribadian, memang lumayan suit karena kebanyakan perempuan dan susah untuk berhenti mengeluarkan suara, hahahaha. Tapi, ya ini media belajara bersabar buat saya. Hahahaha. Overall, saya cukup semangat untuk mendampingi adik-adik ini dalam masa tumbuh kembang mereka. Lumayan juga cyin untuk persiapan empat sampai lima tahun mendatang :p

Berbagai target dan program (Tanggung jawab!!!)
Anyway, kami sudah rapat awal tahun dan menyusun berbagai acara untuk tahun 2015. Agak takut sih sebenernya karena aku sdang skripsian dan mesti selesai tahun ini juga, sementara program acara Remaja ternyata agak padat. Tapi, Puji Tuhan lewat saat teduh (terkhusus pagi tadi dari Ulangan 20:1) selalu menguatkanku. Tenang, Ngel, yang berperang bukan kamu, tapi Tuhan. Tenang, Ngel, jangan fokus sama masalah, tapi fokus sama yang "menyelesaikan" masalah. Amin. Semoga rencana-rencana tahun ini bisa berjalan dengan baik walaupun mata jasmani agak sulit untuk percaya.


Divisi Mading
Nah, setelah rapat itu, aku dan seorang kakak pembina bernama Kak Betty Simanjuntak mendapat bagian koordinator tim mading. Majalah dinding seksi remaja akan dirilis lagi! Yeay! Dulu, waktu aku remaja pun aku mendapt bagian mading. Sebenarnya ga bisa menggambar (padahal pengen banget bisa gambar)dan tulisan tangan ga gitu menarik, tapi aku senang menuangkan ide-ide untuk membuat rubrik atau menarik minat orang untuk sekadar mampir, melihat dan membaca. Untung-untung kalau bisa jadi berkat. Nah, nanti sore aku akan bertemu dengan kak Betty dan adik-adik yang berminat untuk bergabung untuk mengisi mading. Sekarang masih mikir apa kira-kira rubrik yang akan kami muat di mading perdana tahun ini. Udah ada yang kepikiran sih beberapa, tapi masih belom matang. Semoga nanti ide-ide bisa mengalir dan bisa menarik minat baca orang-orang :D

Have a good day!
-A

2/24/15

"Belajar Dari Habibie"

Baru saja mewek sehabis menonton di YouTube cuplikan Mata Najwa episode "Belajar Dari Habibie" dimana Glenn Fredly menyanyikan lagu "Malaikat Juga Tahu" karya Dee Lestari. Syahdu banget :"(
Ditambah lagi, sebuah epilog yang dibacakan Najwa di akhir episode bener-bener memotivasi sekali, begini bunyinya:

"Dunia bermakna hanya terjadi
Jika tujuan hidup bukan tentang diri sendiri
Habibie salah satu contoh teladan
Menyiapkan Indonesia untuk masa depan
Merintis jalan berisi separuh mimpi
Indonesia yang berdikari dalam tekhnologi
Anak muda, lekaslah menyiapkan diri
Menyongsong hidup sebagai karya bukan perlombaan ego diri
Kita perlu belajar dari Habibie
Dihargai di negeri jauh namun memilih membangun negerinya sendiri
Bukan kepintaran dan penampilan yang mendefinisikan kita
Melainkan perbedaan yang kita buat untuk hidup sesama
Sepenggal sejarah kepemimpinan Habibie
Selalu punya makna untuk setiap generasi
Mencintai Indonesia apa adanya, berkiprah dengan segala yang kita bisa."
Mata Najwa, episode "Belajar dari Habibie" (10 September 2014)

Ayo Angel, kaupun bisa berkarya untuk negeri ini! Kau dinantikan.
#Selfensurance
#GoAngel
#SemangatNyekrip