1/20/16

Salam untuk saudariku yang terbelenggu napsu

Saudariku, kau hanya satu
Dulu kau begitu lugu
Namun sekarang kau menggagu
Tidak nampak sedang hidup
Tidak pula sedang mati

Pikirmu jika begitu kau sudah hebat
Kau biarkan dirimu dibelenggu napsu amarahmu

Pikirmu dengan kau membisu kau menang
Padahal kau kalah karena dirimu sendiri

Mana pikiranmu?
Kemana kau taruh akal sehatmu?

Pikirmu dengan menuduhku, kau terlihat benar?
Tidak, saudariku.
Sedikitpun aku tidak takut.
Sedikitpun aku tidak peduli.

Dulu kau saudariku yang menjadi panutanku

Sekarang aku ragu menganggap kau masih saudariku atau sudah menjadi abu.