5/23/16

1 Batang Rokok dan 2 Pertanyaan

Sore ini, aku merasa kurang fit. Selain karena konsekuensi menjadi sebagai perempuan pada umumnya, sudah seminggu gejala batuk dan pilek mengganggu aktivitasku. Besok ada kewajiban yang harus aku ikuti. Sebuah test. Rasanya ingin segera melompati tahun ini dan bergegas ke penghujung tahun depan. Aku ingin berlayar. Aku ingin mengudara. Aku ingin menginjak bumi lain yang belum pernah kubayangkan. Tapi aku ingat, sabar harus menjadi teman dekatku saat ini.

Di samping kiri laptop ini, ada asbak berisi sebatang bekas rokok, ku pikir itu punya ibuku, karena hanya dia satu-satunya manusia bernapas jorok di rumah ini yang berani merokok di dalam rumah. Sedangkan dua manusia bernapas jorok lainnya, sedang menjauh dulu. Aku tidak punya banyak hal dalam pikiran dangkalku. Hanya saja, terlintas dua buah tanya. Yang pertama, mengapa harus dua orang jenis kelamin berbeda? Dan yag kedua, mengapa harus menjadi tiga pribadi yang berbeda Dia Yang Disembah?

Aku belum atau bahkan sepertinya tidak ingin mencoba menguraikannya. Aku sedang berusaha untuk memikirkan hal-hal sederhana. Melakukan hal-hal sederhana. Berkata begitu sederhana. Entahlah, aku sangat menyukai kesederhanaan, bagiku adalah sangat indah hal kesederhanaan, tapi sangat sulit menjadi seperti itu, setidaknya bagiku.