6/10/16

Datang

Aku mengundang mereka untuk datang. Makan. Dan berpesta kecil bersama. Merayakan sesuatu yang menurutku sia-sia. Bertambahnya umur kembali mengingatkanku betapa percumanya hal ini.

Tapi masaku belum berakhir. Akhirnya aku harus ikut mengalami kesia-siaan itu dan berteman dengannya.

Kami makan. Tertawa. Oya, juga berdoa bersama. Sudah lama sekali aku tidak membuka mulut sembari perut bergolak.

Segala hal ini entah kapan berakhirnya.
Keluhanmu, kawan, entah kapan bisa berhenti. Aku bingung. Sekaligus sangat muak.

Sebentar, asal kau tahu, kegundahanmu tidak akan mampu mencuri keberadaanku. Pertanyakanlah, pikirkanlah, perdebatkanlah setiap hal, itu urusanmu.

Kau pergi, aku tidak rugi. Hanya maaf jika kau datang, pintu sudah terkunci. Karena aku bukan apotek apalagi yang buka 24 jam, menyediakan pelipur galaumu akan hal-hal yang sebetulnya tidak menyakitimu.