4/24/17

Berangan

Hatiku gaduh, tapi aneh pikiranku tenang.
Degup di dada ini terasa tak enak.
Ingin ku jauhkan langkahku setiap kali tujuanku tempat ini.
Ada rindu pada masa dimana aku tidak tau sesuatu.
Melenyapkan semua kehendak untuk menjadi beda.
Melayang-layang anganku, menjawab semua penatku sendiri.
Lelah ku menjadi seorang pengecut, tapi lebih aman jika ku pergi. 
Bukan bersembunyi. Hanya berkelana. 
Mencari objek lain yang bisa ku titipi resahku.
Tanpa harus terbeban dengan utang percaya.
Tanpa timbal balik rasa.
Hanya berceloteh tentang asa yang tiada mampu pernah ku ungkap.
Apalagi untuk ku tangkap.

Kerap ada rasa ingin kembali.
Senang membayangkan bisa bersama.
Hanya ku tahu menahan diri itu perlu.

Tawa parau dari hati.
Tangis yang terlihat bahagia dari dalam jiwa.
Aku sendiri tidak bisa mengerti ini apa.

Aku ingin menghapus kisah.
Aku ingin masuk ke dalam ruang penyimpanan memori-mu.
Tidak perlu menganggapku ada.

Tidak pernah ada waktu yang ku percaya untuk menerbangkannya.
Kesempatan untuk mengenal dan menjadi dekat, ingin semuanya ku bakar dan membuang abunya ke laut terganas.

Bila ku punya mantra pengulang waktu.
Aku tidak ingin mengenalmu..
Wahai, hatiku.